Analisis Kerusakan Dan Perbaikan Redmi 9T Mati Total

Table of Contents

Kasus ponsel mati total masih menjadi salah satu masalah yang paling sering ditemui di meja teknisi. Salah satu perangkat yang cukup sering datang dengan keluhan serupa adalah Xiaomi Redmi 9T. Meski dikenal memiliki daya tahan baterai besar dan performa yang stabil di kelasnya, kondisi fisik yang mengalami benturan keras tetap bisa memicu kerusakan serius, terutama pada jalur power dan manajemen daya.

Pada kasus ini, Redmi 9T datang dari rekan dengan kondisi mati total setelah mengalami lemparan. Tidak ada respons sama sekali saat tombol power ditekan. Layar gelap, tidak ada getaran, dan tidak muncul indikator pengisian daya. Kondisi seperti ini sering kali membuat pengguna mengira perangkat sudah benar-benar rusak dan tidak bisa diperbaiki. Padahal, dalam dunia servis HP, mati total masih memiliki banyak kemungkinan penyebab yang bisa ditelusuri secara sistematis.

Kondisi Awal Saat Masuk Meja Servis

Langkah pertama yang dilakukan adalah pengujian dasar menggunakan charger dan USB amper meter. Saat perangkat dicolokkan ke charger, arus menunjukkan 0A. Tidak ada lonjakan arus sama sekali, yang menandakan bahwa sistem tidak menarik daya dari sumber listrik. Kondisi ini mengarah pada dua kemungkinan besar, yaitu jalur input daya terputus atau adanya short di jalur utama tegangan baterai.

Untuk memastikan arah analisis, dilakukan pengujian menggunakan power supply (PSU). Setelah kabel boot dipasang, justru muncul indikasi short bahkan sebelum tombol power ditekan. Arus terbaca di angka sekitar 0.355 mA, yang menandakan adanya short pada jalur input 3,7V. Ini menjadi petunjuk awal bahwa kerusakan tidak bersifat ringan dan kemungkinan besar berada di area power management.

Menelusuri Jalur Power Menggunakan Skema

Dengan indikasi short pada input, langkah berikutnya adalah membuka skema andalan Redmi 9T, khususnya bagian charger dan jalur power utama. Skema menjadi alat penting dalam kasus seperti ini karena membantu teknisi memahami alur tegangan dari baterai hingga ke IC pengelola daya.

Pemeriksaan dimulai dari jalur input hingga output OVP (Over Voltage Protection). Pada tahap ini, jalur input dan output OVP terdeteksi dalam kondisi aman. Tidak ditemukan short maupun anomali di area tersebut. Namun, setelah jalur OVP menuju kapasitor yang mengarah ke IC PMI632 diperiksa, indikasi short mulai terlihat.

Untuk memastikan apakah short berasal dari kapasitor atau dari IC itu sendiri, kapasitor pada jalur tersebut dilepas. Namun hasilnya masih sama, short tetap ada. Ini menjadi indikasi kuat bahwa sumber masalah bukan pada komponen pasif di sekitarnya, melainkan pada IC utama yang terhubung langsung dengan jalur tersebut.

Fokus pada IC PMI632

PMI632 merupakan IC power management yang memiliki peran krusial dalam mengatur distribusi daya di Redmi 9T. Jika IC ini mengalami kerusakan, maka hampir dipastikan perangkat tidak akan menunjukkan tanda kehidupan sama sekali.

Setelah dilakukan pengangkatan IC PMI632, hasil pengukuran menunjukkan bahwa short langsung hilang. Ini semakin menguatkan kesimpulan bahwa IC tersebut adalah sumber utama masalah. Namun, proses tidak berhenti sampai di situ. Pemeriksaan lanjutan dilakukan pada pad dan jalur di sekitar kaki IC.

Pada pemeriksaan kapasitor di kaki kiri jalur yang terhubung ke PMI632, ditemukan kondisi short yang tidak wajar. Setelah ditelusuri lebih lanjut dengan merujuk ke skema dan jalur referensi, diketahui bahwa terdapat kesalahan posisi penempatan titik input OVP menuju PMI632. Jalur tersebut mengarah pada referensi Zulkifly R, yang menjadi acuan penting dalam memastikan jalur tidak saling terhubung secara tidak semestinya.

Benturan keras akibat lemparan diduga menyebabkan kerusakan internal pada IC PMI632, sehingga terjadi short internal yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan penggantian kapasitor.

Proses Penggantian IC PMI632

Setelah memastikan bahwa PMI632 adalah biang masalah, langkah selanjutnya adalah penggantian IC. IC pengganti diambil dari papan donor atau bangkai dengan tipe yang sama. Proses pengangkatan IC dilakukan dengan sangat hati-hati untuk menghindari kerusakan pad PCB.

Pengangkatan dilakukan perlahan, memastikan panas merata dan tidak menyebabkan jalur tercetak ulang atau terangkat. Setelah IC lama terangkat, pad PCB diratakan kembali agar siap dipasangi IC baru. Tahap ini sangat penting karena pad yang tidak rata atau kotor bisa menyebabkan koneksi tidak sempurna dan memicu masalah baru.

Setelah IC pengganti dipasang, dilakukan proses pendinginan sebelum pengujian ulang. Pendinginan ini bertujuan agar solder benar-benar mengeras dan IC berada pada posisi yang stabil.

Pengujian Setelah Perbaikan

Tahap pengujian menjadi momen penentuan apakah perbaikan berhasil atau tidak. Saat charger dicolokkan, USB amper meter menunjukkan arus di kisaran 0.2A hingga 1.2A. Angka ini merupakan indikator yang sangat positif karena menandakan sistem sudah mulai menarik daya secara normal.

Logo pengisian daya muncul di layar, meskipun awalnya masih diam. Perangkat kemudian didiamkan beberapa saat untuk memastikan arus pengisian stabil dan tidak terjadi lonjakan atau penurunan drastis. Setelah terlihat bahwa pengisian berjalan normal dan persentase baterai mulai bertambah, langkah berikutnya adalah mencoba menyalakan perangkat.

Saat tombol power ditekan, Redmi 9T berhasil menyala hingga masuk ke menu utama. Ini menandakan bahwa jalur power sudah kembali normal dan IC PMI632 yang baru berfungsi sebagaimana mestinya.

Analisis Penyebab Kerusakan

Dari keseluruhan proses, dapat disimpulkan bahwa benturan keras akibat lemparan menjadi pemicu utama kerusakan. Meski secara fisik tidak selalu terlihat kerusakan pada papan, komponen internal seperti IC power management sangat rentan terhadap tekanan dan guncangan.

Kerusakan internal pada PMI632 menyebabkan short pada jalur input 3,7V, sehingga sistem langsung memutus suplai daya sebagai mekanisme perlindungan. Inilah yang menyebabkan arus 0A saat charger dicolokkan dan short terdeteksi saat menggunakan PSU.

Kasus ini juga menunjukkan bahwa tidak semua mati total disebabkan oleh baterai atau IC charger. Tanpa analisis arus dan pembacaan skema yang tepat, kerusakan seperti ini bisa dengan mudah terlewatkan atau salah diagnosis.

Pentingnya Analisis Arus dan Skema

Salah satu pelajaran penting dari kasus Redmi 9T ini adalah pentingnya membaca arus sejak awal. Nilai arus 0A dan 0.355 mA bukan sekadar angka, tetapi petunjuk yang mengarahkan teknisi pada jalur mana yang perlu dicurigai.

Selain itu, penggunaan skema menjadi kunci dalam mempercepat proses penelusuran. Dengan memahami alur OVP, jalur input, dan hubungan ke IC PMI632, proses analisis menjadi lebih terarah dan menghindari bongkar pasang komponen yang tidak perlu.

Kasus Redmi 9T mati total akibat benturan ini membuktikan bahwa kerusakan serius masih memiliki peluang besar untuk diperbaiki jika ditangani dengan metode yang tepat. Mulai dari pembacaan arus, penggunaan PSU, analisis skema, hingga penggantian IC dilakukan secara bertahap dan logis.

Hasil akhirnya, perangkat kembali hidup, pengisian normal, dan sistem berjalan hingga menu tanpa kendala. Bagi teknisi, kasus seperti ini menjadi pengingat bahwa ketelitian dan pemahaman jalur power adalah kunci utama dalam menangani mati total, terutama pada perangkat Xiaomi dengan sistem power management yang kompleks.

Post a Comment